Kolaborasi dengan Kementrian Kesetaraan Gender dan Keluarga, Ravi VIXX Rilis lagu “Pause” Untuk Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Diposting pada
Kolaborasi dengan Kementrian Kesetaraan Gender dan Keluarga, Ravi VIXX Rilis lagu "Pause" Untuk Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Ravi VIXX mengumumkan proyek terbarunya untuk mengekspresikan bentuk dukungannya terhadap perempuan.

Lewat akun instagramnya, Ravi menulis, “‘Pause” proyek terakhir saya di tahun 2020 dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga dan tvN D telah dirilis!”. Ravi melanjutkan, “Saat aku mendengar ungkapan, ‘Semua orang adalah segalanya bagi seseorang’ dalam buku ‘Temperatur Bahasa’ oleh penulis Lee Ki Joo, kupikir aku harus mencoba menjadi orang yang lebih baik. Saat aku menerima proposal untuk proyek ini, saya pikir saya ingin menjangkau orang-orang menggunakan frasa penulis dalam lagu tersebut.”

“Pause” merupakan lagu dari album proyek Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan dengan tvN D. Dalam pengantar album, tertulis, “Dunia telah berubah. Bagaimana dengan orang-orang di dunia itu? Mereka juga harus berubah tetapi ada orang yang tidak bisa. Ada orang yang bersembunyi di balik nama anonim untuk melukai orang lain. Ada orang yang membenarkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa mereka tidak berniat jahat. Namun, tidak ada yang namanya korban tanpa pelaku. Tidak ada dunia seperti itu.”

Lirik di dalam lagu tersebut juga dibuat Ravi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan yang menimpa kaum perempuan Lirik dari lagu “Pause” berisi :

“Setiap orang yang kamu cintai hidup di dunia yang kamu ciptakan. Bahkan jika kamy mengatakan itu tidak dimaksudkan atau kamu tidak tahu. Sekarang saatnya kamu tahu. Kita perlu menghentikan dunia dimana hanya ada korban dan tidak ada pelaku. Jangan berprasangka buruk pada luka orang lain. Kamu tahu bahwa setiap orang berhak untuk dicintai.”

Penggemar juga mendukung Ravi dengan mengatakan “Saya mendukung pengaruh baik Ravi,” “Saya tidak percaya Ravi berkolaborasi dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga,” dan “Ya, saya sangat berharap dunia datang di mana orang tidak tidak menyakiti orang lain yang berharga bagi seseorang.”

Sumber (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *