Aktris Rookie Jadi Korban Kekerasan Seksual CEO-nya Setelah Terungkap Pernah Bekerja di Dunia Prostitusi

Diposting pada
Aktris Rookie Jadi Korban Kekerasan Seksual CEO-nya Setelah Terungkap Pernah Bekerja di Dunia Prostitusi

Dilaporkan bahwa seorang aktris rookie alami kekerasan seksual oleh CEO agensinya setelah dia mengetahui bahwa dia melakukan hubungan seksual dengan imbalan uang sebelum debutnya.

Menurut laporan TopStar News tanggal 12, aktris rookie itu mengalami kesulitan keuangan ketika dia memutuskan untuk nenjadi pekerja seks sebelum memulai debutnya. Dalam laporan, aktris tersebut mencoba untuk mengubah agensinya ketika dia menyadari bahwa CEO telah mengetahui secara detail tentang prostitusinya.

CEO tersebut menyuruh aktris tersebut untuk “Tuliskan kapan dan dengan siapa kamu berhubungan seks. Jika tidak, polisi akan mengejar kamu.” Akhirnya, aktris tersebut menuliskan rincian prostitusinya di atas kertas dan menyerahkannya kepada CEO karena ancamannya. CEO kemudian memojokkan aktris tersebut, menyatakan, “Akan sangat lucu jika ini dirilis dalam sebuah artikel.”

CEO kemudian pergi untuk melakukan serangan seksual terhadap aktris tersebut, mengatakan kepadanya bahwa dia akan mengurus segalanya untuknya. Dalam kesaksiannya di pengadilan, aktris itu menyatakan, “Aku terus menangis dan aku tidak tahu mengapa dia terus berhubungan seks denganku saat aku menangis.”

Dilaporkan juga bahwa, setelah bermalam di rumah CEO, aktris tersebut menulis sebuah memo yang menyatakan bahwa dia akan mengambil tanggung jawab perdata dan pidana jika dia menyebabkan kerusakan pada agensi atas insiden prostitusi.

Pada akhirnya, pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara untuk CEO selama persidangan pertama. Namun, CEO tersebut diberi masa percobaan 4 tahun dan tiga tahun penjara jika dia melanggar masa percobaan. CEO tersebut juga diperintahkan untuk menyelesaikan program rehabilitasi kekerasan seksual selama 40 jam bersama dengan pembatasan pekerjaan selama 3 tahun di mana dia tidak diizinkan untuk bekerja di institusi dan fasilitas kesejahteraan terkait remaja.

Sumber (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *