Ditemukan Tewas Setelah Hilang 7 Jam, Kasus Tuduhan Pelecehan Oleh Walikota Seoul Kini Ditutup

Diposting pada

Setelah dilakukan pencarian besar-besaran, Walikota Seoul dinyatakan telah tewas.

Dini hari (10/7), wali kota Seoul Park Won Soon yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap mantan sekretarisnya ditemukan sudah meninggal dunia di dekat gunung Bugaksan.

Ia ditemukan tewas sekitar pukul 00.20 KST ketika polisi sedang melakukan pencarian setelah 7 jam kemudian jejaknya ditemukan terakhir kali melalui CCTV. Ia meninggal dunia hanya berjarak sekitar 17 menit berjalan kaki dari tempat terakhir sinyal ponselnya terdeteksi.

Dengan meninggalnya Park Won Soon, maka laporan gugatan yang menyangkut dirinya itu berakhir. Menurut Pasal 69 Peraturan Kejaksaan, penuntutan adalah untuk menuntut kasus tetapi penuntut ‘tidak ada hak melakukan penuntutan’ jika tersangka meninggal dunia.

Dari informasi terkini, belum dipastikan penyebab kematian Park Won Soon dan alasannya. Namun, sang putri melaporkan kepada polisi bahwa sang ayah menyiratkan untuk melakukan hal ekstrem lalu menghilang.

Park terpilih sebagai Wali Kota Seoul pada 2011 dan terpilih untuk masa jabatan ketiga dan terakhirnya pada Juni tahun lalu. Sebagai anggota Partai Demokrat liberal, Park dilaporkan sedang dipertimbangkan sebagai calon presiden yang berpotensi dalam pemilihan tahun 2022.

Dengan terpilihnya kembali tahun lalu, Park menjadi wali kota pertama Seoul yang memulai masa jabatan ketiga. Dia telah membawa rekam jejaknya sebagai aktivis sipil dan pengacara HAM ke dalam masa jabatannya sebagai walikota. Ia juga merupakan pengkritik ketimpangan sosial dan korupsi di Korea Selatan.

Sebagai seorang pengacara, ia dianggap berjasa dengan mengamankan hukuman pelecehan seksual pertama negara itu. Park pernah bentrok dengan Presiden Park Geun Hye, secara terbuka mendukung jutaan orang yang memprotes pada tahun 2017 sebelum presiden akhirnya didakwa dan dipenjara karena suap dan tuduhan lainnya.

Namun, dengan mencuatnya laporan kasus pelecehan yang melibatkan dirinya membuat masyarakat berpikir bahwa tindakannya adalah bunuh diri. Jika tuduhannya benar, maka ia telah membohongi publik dengan image yang selama ini ditunjukkan.

Begini komentar netizen Korea:

1. Tolong jangan mengagungkan kehidupan para politisi yang telah melakukan kejahatan, jangan memperlakukan mereka seperti layak mendapatkan perlakuan khusus. Mereka menjijikkan dan pengecut !!
2. Ini … membuatku sangat marah. Jika sesuatu seperti ini membuatnya begitu takut dan malu, mengapa dia melakukan kejahatan? Apa ini, ayolah .. serius ..
3. Ini adalah cara paling tidak terhormat untuk mengundurkan diri dari sebuah posisi.
4. Ugh .. sangat memalukan … untuk mendengar bahwa walikota ibukota negara kita tidak hanya melakukan kejahatan tetapi juga bunuh diri … bagaimana dia bisa begitu tidak bertanggung jawab?
5. Apa yang seharusnya dilakukan para korban jika dia melarikan diri seperti ini? Dia seharusnya hidup dan membayar harga kejahatannya. Ini memalukan bahkan bagi para pendukungnya. Ini tidak bertanggung jawab.
6. Kehidupan yang kosong. Dia memiliki segalanya tetapi kehilangan semuanya karena satu momen. Aku pribadi tidak pernah menyukainya tetapi semoga dia beristirahat dengan tenang.

Source (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *